Pages

Dimana kutemukan sebuah keikhlasan?

Sunday, 8 June 2014

Senja masih saja berwarna jingga, setiap kali aku merasa terluka hanya senja yang mampu menemaniku dan membelaiku dengan penuh kasih sayangnya.
Namun sore ini hingga senja tak berwarna jingga masih saja aku termenung menanyakan tentang apa yang sedang terjadi padaku. tentang rasa apa yang tengah hinggap di hatiku. rasa yang aku tak mampu menerjemahkannya, mungkin hanya airmata ini yang menerjemahkan tanpa aku sanggup mengartikannya.
Kemanapun aku bertanya semua hanya menjawab "bersabarlah, ikhlaskan". mungkin bila senja mampu berbisik padaku dia juga pasti akan membisikan itu padaku. sangat simpel dan sederhana. tapi dimana aku harus menemukan sabar dan ikhlas itu, dimana aku harus mencarinya? kepada siapa aku harus belajar tentang sabar dan ikhlas itu? bahkan senjapun tak mampu memberikan jawabanya untukku.
Tuhan dimana aku harus mencari sabar dan ikhlas itu? Tuhan ajarkan padaku apa itu sabar dan ikhlas. Buat hati dan pikiranku mampu mengerti apa itu sabar dan ikhlas. buat aku mampu menjalani apa itu yang di sebut "sabar dan ikhlas"
 Bersabarlah Allah sedang memberi kita waktu, kita dipersilakan untuk memperbaiki diri, menata hati dan memantaskan diri.
Saat kita siap bisa jadi calon kita orang yang sama . Hanya saja, saat kita bertemu denganya , kita sudah siap.bukankah itu lebih baik bagi kita?.
Bisa jadi juga, calon kita orang yang berbeda, tapi sama baiknya dengan orang yang pertama. Mungkin juga orang yang lebih baik darinya.
 Allah hanya sedng memberimu waktu.

Mengapa Tuhan?

hari ini menatap senja yang begitu indah dan sangat mendamaikan hatiku, dan bercerita pada matahari yang akan kembali pada peraduannya sambil sesekali meneteskan airmata meski aku bercerita hanya lewat tatapan mata.
Tuhan kuarang bersyukurkah aku? mengapa terlalu sering aku terjatuh dan merasa berada dititik paling bawah, padahal aku selalu berusaha dengan sepenuh hati bahwa semua ini adalah kehendak-Mu tapi mengapa masih terasa sangat menusuk dihatiku, masih terasa sangat tergores dan terluka di hatiku.
sudah selalu aku adukan semuanya pada-Mu disetiap sujudku yang selalu diiringi dengan tetesan airmata tapi mengapa kadang hati ini masih bertanya mengapa sesakit ini Tuhan? sampe kapan Tuhan?
Mengapa aku masih sering merasa iri pada orang-orang disekitarku yang terlihat begitu bahagia, mereka mendapatkan hampir semua yang aku impikan. mereka memiliki perkerjaan, menikah dengan orang yang disayangi seperti begitu indah.
Mengapa? sedangkan aku harus ikhlas ditinggalkan oleh orang yang paling aku cintai, orang yang paling aku harapkan selama ini. ditinggalkan begitu saja setelah 2 tahun bersama dan berjalan dengan penuh keseriusan dan melibatkan banyak keluarga? Mengapa Tuhan? apa salahku Tuhan? aku juga selalu berusaha melaksanakan setiap kewajibanku tapi mengapa aku tak pernah mendapatkan apapun yang aku impikan.
Tuhan aku mohon bukakanlah pintu hatinya kembali, aku masih sangat menyayangi dia, luluhkan sedikit hatinya untuk mencintaiku lagi, aku memohon pada-Mu Tuhan dengan seluruh kerendahan hatiku

Masih Tentangmu

Wednesday, 4 June 2014



seperti tak pernah bosan aku menulis tentangmu, kamu yang mungkin sudah tidak mengingatku lagi.

seandainya aku punya mesin waktu,pasti aku akan kembali ke masa dimana kamu masih mencintaiku dan banyak senyum yang kita lalui bersama. sayangnya aku tak punya mesin waktu dan kini yang ada hanya kenangan dan bayangan serta air mata yang selalu menetes saat mengingatnya.

Tak pernah aku jatuh cinta seperti aku jatuh cinta padamu, bahkan setiap luka yang pernah aku terimapun sanggup aku lupakan saat melihat senyumu, kesalahan seperti apapun mampu aku maafkan asalkan aku bisa bermamu, entah ini cinta atau apa. tapi begitulah yang aku rasakan padamu.

tak pernah aku memohon sebegitunya untuk tidak ditinggalkan seperti aku memohon padamu. sebegitu sayangnya aku padamu sampai aku lupa menyayangi diriku sendiri

Tuhan bukakanlah pintu hatinya untuk kembali mencintaiku, yakinkan hatinya untuk menikah denganku, Tuhan Engkaulah sang maha pengasih lagi Maha penyayang. aku percaya Engkau pasti akan membukakan pintu hatinya, aku takan pernah lelah dan berhenti menyebut namamu dalam setiap akhir sujudku. karena aku percaya engkau adalah akhir takdirku.Aamiin

Galau Saat Kembali Mengingatmu

Tuesday, 3 June 2014

Hai kamu yang sangat aku cintai,,, masih ingatkah dengan diriku? diriku yang selalu mengharapkanmu, diriku yang selalu menyebut namamu dalam tiap sujudku dan dalam tiap tetes airmataku.

hari ini banyak diingatkan untuk tidak berharap pada mahluk (manusia), tapi bagaimana bila pada kenyataanya aku memang masih sangat menginginkanya menjadi akhir takdirku...Tuhan ajari aku bagaimana cara memohon dan merintih yang benar padamu, mengapa selalu saja aku menyebut namanya disetiap akhir sujudku? salahkah aku?berdosakah aku? bahkan orang yang aku sebut namanya tak pernah tau dan tak pernah menginginnkanku sedikitpun.... hhhhh sesak rasanya dada ini jika membayangkan dia yang selalu kusebut namanya disetiap akhir sujudku bukanlah takdirku, tak sanggup lagi rasanya menerjemahkan rasa ini, tak sanggup lagi rasanya mengangkat kepala ini. Tuhan aku memohon dengan sangat padamu jadikanlah dia akhir takdirku
 

Mungkin Sudah Dekat

Thursday, 29 May 2014

Akhir-akhir ini aku merasa sangat lemah, sangat takut meninggalkan dunia ini, terlalu banyak dosa yang telah kuperbuat, masih terlalu kotor hati ini, masih ingin memperbaiki diriku, aku masih merasa belum pantas berjumpa dengan-Mu Tuhan. Tolong berikan aku waktu untuk memperbaiki diriku, menebus segala kesalahanku, membayar segala hutang janjiku, bertanggung jawab atas segala tutur kata yang telah kuucap. Hamba masih terlalu takut Tuhan....
Hamba sadar sedetikpun tak mungkin dapat mengundurkan jadwalku bertanggungjawab dihadapan-Mu, hamba memohon ampun padamu Tuhan atas segala kekotoran hatiku slama ini,.
Tuhan ..... kalopun sudah waktunya ijinkan aku pergi menghadap-Mu tanpa harus merepotkan orang-orang yang aku sayangi.

Ingatlah Bahwa JANJI adalah HUTANG

Hari ini aku diingatan kembali sama Tuhan, bahwa dia adalah seseorang yang tak sanggup dipercaya kata-katanya, hampir tidak ada janji yang telah ia penuhi untukku. sungguh aku tak memintanya. aku hanya ingin melihat bahwa kau mampu memenuhi setiap kata-katamu, bahwa kau memang lelaki hebat yang sangat aku cintai selama ini, bahwa kau memang sosok pria tangguh yang sanggup aku jadikan sebagai imamku. tapi sudahlah, perlahan waktu mulai menjawabnya dan mulai membisikan tentang kenyataan padaku, bahwa kau tidak seperti itu.

"MENIKAH" kata terindah yang pernah aku impikan bersamamu, pernah kita rancang bersama, dan pernah kita khayalkan bersama. Tapi kini sedikitpun tak berbekas. Luka yang telah kau goreskan padaku memang sangat menyakitkan tapi luka yang kau torehkan untuk beliau jauh lebih membuatku terluka. Sebegitu mudahnyakah janji terlupakan? sebegitu tak bermaknakah sebuah janji bagimu??

Tapi sungguh janji adalah sebuah hutang, kelak kita akan dimintai pertanggungjawabannya dari apa yang telah kita janjikan, aku mungkin belum bisa memenuhi janjiku pada beliau untuk membuat beliau tersenyum melihat aku bersanding denganmu, tapi aku akan berusaha membayar janjiku dengan berusaha sekuat tenaga membuat beliau tersenyum mesti dengan cara yang lain, aku berharap itu dapat menebus janjiku pada beliau, dan mampu menyamarkan goresan luka yang kau torehkan di hati beliau.